<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Al-Ma&#039;niqu Liyamuta &#187; Islam</title>
	<atom:link href="http://dimazatuh.wordpress.com/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimazatuh.wordpress.com</link>
	<description>Be a good Moslem or die as a Syuhada</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jul 2009 04:44:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dimazatuh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/06edeb758c24c21d952e483e82f4408e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Al-Ma&#039;niqu Liyamuta &#187; Islam</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dimazatuh.wordpress.com/osd.xml" title="Al-Ma&#039;niqu Liyamuta" />
		<item>
		<title>Membangun dan Membina Militansi Kita</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/18/membangun-dan-membina-militansi-kita/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/18/membangun-dan-membina-militansi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 14:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[taujihat]]></category>
		<category><![CDATA[Ungkapan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[(Alm) Ust. Rahmat Abdullah
Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.
Ba&#8217;da tahmid wa shalawat
Ikhwah rahimakumullah, Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur&#8217;an Surat 19 Ayat 12 : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=108&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_110" class="wp-caption aligncenter" style="width: 134px"><img class="size-full wp-image-110" title="pks" src="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2009/02/pks.jpg?w=124&#038;h=93" alt="Kader Dakwah" width="124" height="93" /><p class="wp-caption-text">Kader Dakwah</p></div>
<p><em>(Alm) Ust. Rahmat Abdullah</em></p>
<p>Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan <em>jiddiyah</em> (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.</p>
<p>Ba&#8217;da tahmid wa shalawat</p>
<p><em>Ikhwah rahimakumullah</em>, Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur&#8217;an Surat 19 Ayat 12 : &#8230;..<br />
<em>Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah &#8230;</em>&#8221; (QS. Maryam (19):12)</p>
<p>Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan <em>quwwah </em>yang bermakna <em>jiddiyah</em>, kesungguhan-sungguhan.</p>
<p>Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan <em>jiddiyah </em>(kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.</p>
<p>Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan: &#8220;Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik&#8221;.</p>
<p><span id="more-108"></span></p>
<p><em>Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,<br />
</em>Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat. Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang da&#8217;i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.</p>
<p>Ali sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan kalimatnya yang terkenal tersebut.</p>
<p><em>Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,<br />
</em>Ketika Allah menyuruh Nabi Musa as mengikuti petunjuk-Nya, tersirat di dalamnya sebuah pesan abadi, pelajaran yang mahal dan kesan yang mendalam:</p>
<p>&#8220;Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): &#8220;Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang teguh kepada perintah-perintahnya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasiq&#8221;.(QS. Al-A&#8217;raaf (7):145)</p>
<p>Demikian juga perintah-Nya terhadap Yahya, dalam surat Maryam ayat 12 :</p>
<p><em>&#8220;Hudzil kitaab bi quwwah&#8221; </em>(Ambil kitab ini dengan quwwah). Yahya juga diperintahkan oleh Allah untuk mengemban amanah-Nya dengan <em>jiddiyah </em>(kesungguh-sungguhan). <em>Jiddiyah </em>ini juga nampak pada diri <em>Ulul Azmi </em>(lima orang Nabi yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad yang dianggap memiliki azam terkuat).</p>
<p>Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.</p>
<p>Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita: &#8220;Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian&#8221;.</p>
<p>Hendaknya kita melihat bagaimana kisah kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Usia mereka hanya sekitar 60-an tahun. Satu rentang usia yang tidak terlalu panjang, namun sejarah mereka seakan tidak pernah habis-habisnya dikaji dari berbagai segi dan sudut pandang. Misalnya dari segi strategi militernya, dari visi kenegarawanannya, dari segi sosok kebapakannya dan lain sebagainya.</p>
<p>Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Seperti digambarkan dalam QS. 11:120, orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: &#8220;Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi&#8221;. Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya.</p>
<p><em>Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,</em><br />
Di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta.</p>
<p>Misalnya anak yang mendapatkan warisan berlimpah dari orangtuanya dan kemudian dihabiskannya untuk berfoya-foya karena merasa semua itu didapatkannya dengan mudah, bukan dari tetes keringatnya sendiri. Boleh jadi dengan kemiskinan azam yang ada padanya akan membawanya pula pada kebangkrutan dari segi harta. Sebaliknya anak yang lahir di keluarga sederhana, namun memiliki azam dan kemauan yang kuat kelak akan menjadi orang yang berilmu, kaya dan seterusnya.</p>
<p>Demikian pula dalam kaitannya dengan masalah ukhrawi berupa ketinggian derajat di sisi Allah. Tidak mungkin seseorang bisa keluar dari kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa tekad, kemauan dan kerja keras.</p>
<p>Kita dapat melihatnya dalam kisah Nabi Musa as. Kita melihat bagaimana kesabaran, keuletan, ketangguhan dan kedekatan hubungannya dengan Allah membuat Nabi Musa as berhasil membawa umatnya terbebas dari belenggu tirani dan kejahatan Fir&#8217;aun.</p>
<p>Berkat do&#8217;a Nabi Musa as dan pertolongan Allah melalui cara penyelamatan yang spektakuler, selamatlah Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberangi Laut Merah yang dengan izin Allah terbelah menyerupai jalan dan tenggelamlah Fir&#8217;aun beserta bala tentaranya.</p>
<p>Namun apa yang terjadi? Sesampainya di seberang dan melihat suatu kaum yang tengah menyembah berhala, mereka malah meminta dibuatkan berhala yang serupa untuk disembah. Padahal sewajarnya mereka yang telah lama menderita di bawah kezaliman Fir&#8217;aun dan kemudian diselamatkan Allah, tentunya merasa sangat bersyukur kepada Allah dan berusaha mengabdi kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Kurangnya iman, pemahaman dan kesungguh-sungguhan membuat mereka terjerumus kepada kejahiliyahan.</p>
<p>Sekali lagi marilah kita menengok kekayaan sejarah dan mencoba bercermin pada sejarah. Kembali kita akan menarik ibrah dari kisah Nabi Musa as dan kaumnya.</p>
<p>Dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 20-26 : &#8220;Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: &#8220;Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu, ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain&#8221;.</p>
<p>&#8220;Hai, kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi&#8221;.</p>
<p>&#8220;Mereka berkata: &#8220;Hai Musa, sesungguhnya dalam negri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari negri itu. Jika mereka keluar dari negri itu, pasti kami akan memasukinya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: &#8220;Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman&#8221;.</p>
<p>&#8220;Mereka berkata: &#8220;Hai Musa kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja&#8221;.</p>
<p>&#8220;Berkata Musa: &#8220;Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu&#8221;.</p>
<p>&#8220;Allah berfirman: &#8220;(Jika demikian), maka sesungguhnya negri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasiq itu&#8221;.<br />
Rangkaian ayat-ayat tersebut memberikan pelajaran yang mahal dan sangat berharga bagi kita, yakni bahwa manusia adalah anak lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau berusaha seperti tertera dalam QS. Ar-Ra&#8217;du (13):11, &#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha merubahnya sendiri&#8221;.</p>
<p>Nabi Musa as adalah pemimpin yang dipilihkan Allah untuk mereka, seharusnyalah mereka tsiqqah pada Nabi Musa. Apalagi telah terbukti ketika mereka berputus asa dari pengejaran dan pengepungan Fir&#8217;aun beserta bala tentaranya yang terkenal ganas, Allah SWT berkenan mengijabahi do&#8217;a dan keyakinan Nabi Musa as sehingga menjawab segala kecemasan, keraguan dan kegalauan mereka seperti tercantum dalam QS. Asy-Syu&#8217;ara (26):61-62, &#8220;Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: &#8220;Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul&#8221;. Musa menjawab: &#8220;Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku bersamaku, kelak Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku&#8221;.</p>
<p>Semestinya kaum Nabi Musa melihat dan mau menarik ibrah (pelajaran) bahwa apa-apa yang diridhai Allah pasti akan dimudahkan oleh Allah dan mendapatkan keberhasilan karena jaminan kesuksesan yang diberikan Allah pada orang-orang beriman. Allah pasti akan bersama al-haq dan para pendukung kebenaran. Namun kaum Nabi Musa hanya melihat laut, musuh dan kesulitan-kesulitan tanpa adanya tekad untuk mengatasi semua itu sambil di sisi lain bermimpi tentang kesuksesan. Hal itu sungguh merupakan opium, candu yang berbahaya. Mereka menginginkan hasil tanpa kerja keras dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah &#8220;qaumun jabbarun&#8221; yang rendah, santai dan materialistik. Seharusnya mereka melihat bagaimana kesudahan nasib Fir&#8217;aun yang dikaramkan Allah di laut Merah.</p>
<p>Seandainya mereka yakin akan pertolongan Allah dan yakin akan dimenangkan Allah, mereka tentu tsiqqah pada kepemimpinan Nabi Musa dan yakin pula bahwa mereka dijamin Allah akan memasuki Palestina dengan selamat.</p>
<p>Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam QS. 47:7, <em>&#8220;In tanshurullah yanshurkum wayutsabbit  bihil aqdaam&#8221;</em> (Jika engkau menolong Allah, Allah akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu).<br />
Hendaknya jangan sampai kita seperti Bani Israil yang bukannya tsiqqah dan taat kepada Nabi-Nya, mereka dengan segala kedegilannya malah menyuruh Nabi Musa as untuk berjuang sendiri. &#8220;Pergilah engkau dengan Tuhanmu&#8221;. Hal itu sungguh merupakan kerendahan akhlak dan militansi, sehingga Allah mengharamkan bagi mereka untuk memasuki negri itu. Maka selama 40 tahun mereka berputar-putar tanpa pernah bisa memasuki negri itu.</p>
<p>Namun demikian, Allah yang Rahman dan Rahim tetap memberi mereka rizqi berupa ghomama, manna dan salwa, padahal mereka dalam kondisi sedang dihukum.</p>
<p>Tetapi tetap saja kedegilan mereka tampak dengan nyata ketika dengan tidak tahu dirinya mereka mengatakan kepada Nabi Musa tidak tahan bila hanya mendapat satu jenis makanan.</p>
<p>Orientasi keduniawian yang begitu dominan pada diri mereka membuat mereka begitu kurang ajar dan tidak beradab dalam bersikap terhadap pemimpin. Mereka berkata: <em>&#8220;Ud&#8217;uulanaa robbaka&#8221; </em>(Mintakan bagi kami pada Tuhanmu). Seyogyanya mereka berkata: &#8220;Pimpinlah kami untuk berdo&#8217;a pada Tuhan kita&#8221;.</p>
<p>Kebodohan seperti itu pun kini sudah mentradisi di masyarakat. Banyak keluarga yang berstatus Muslim, tidak pernah ke masjid tapi mampu membayar sehingga banyak orang di masjid yang menyalatkan jenazah salah seorang keluarga mereka, sementara mereka duduk-duduk atau berdiri menonton saja.</p>
<p>Rasulullah saw memang telah memberikan nubuwat atau prediksi beliau: &#8220;Kelak kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian selangkah demi selangkah, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta dan sedepa demi sedepa&#8221;. Sahabat bertanya: &#8220;Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah?&#8221;. Beliau menjawab: &#8220;Siapa lagi?&#8221;.</p>
<p>Kebodohan dalam meneladani Rasulullah juga bisa terjadi di kalangan para pemikul dakwah sebagai <em>warasatul anbiya </em>(pewaris nabi). Mereka mengambil keteladanan dari beliau secara tidak tepat. Banyak ulama atau kiai yang suka disambut, dielu-elukan dan dilayani padahal Rasulullah tidak suka dilayani, dielu-elukan apalagi didewakan. Sebaliknya mereka enggan untuk mewarisi kepahitan, pengorbanan dan perjuangan Rasulullah. Hal itu menunjukkan merosotnya militansi di kalangan ulama-ulama amilin.<br />
Mengapa hal itu juga terjadi di kalangan ulama, orang-orang yang notabene sudah sangat faham. Hal itu kiranya lebih disebabkan adanya pergeseran dalam hal cinta dan loyalitas, cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya telah digantikan dengan cinta kepada dunia.</p>
<p>Mentalitas Bal&#8217;am, ulama di zaman Fir&#8217;aun adalah mentalitas anjing sebagaimana digambarkan di Al-Qur&#8217;an. Dihalau dia menjulurkan lidah, didiamkan pun tetap menjulurkan lidah. Bal&#8217;am bukannya memihak pada Musa, malah memihak pada Fir&#8217;aun. Karena ia menyimpang dari jalur kebenaran, maka ia selalu dibayang-bayangi, didampingi syaithan. Ulama jenis Bal&#8217;am  tidak mau berpihak dan menyuarakan kebenaran karena lebih suka menuruti hawa nafsu dan tarikan-tarikan duniawi yang rendah.</p>
<p>Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasan berfikir yang luas dan mulia. Misalnya, manusia yang memang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian, mereka mau berkelahi untuk memperebutkannya. Tetapi anjing yang ada di dekat cincin berlian tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian. Ia baru akan berlari mengejar tulang, lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya. Sampailah anjing tersebut di tepi telaga yang bening dan ia serasa melihat musuh di permukaan telaga yang dianggapnya akan merebut tulang darinya. Karena kebodohannya ia tak tahu bahwa itu adalah bayangan dirinya. Ia menerkam bayangan dirinya tersebut di telaga, hingga ia tenggelam dan mati.</p>
<p>Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.</p>
<p>Nabi Yusuf as sebuah contoh keistiqomahan, ia memilih di penjara daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia. Ia yang benar di penjara, sementara yang salah malah bebas.</p>
<p>Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as. Wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka karena terpesona melihat Nabi Yusuf. &#8220;Demi Allah, ini pasti bukan manusia&#8221;. Kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.</p>
<p>Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya cita-cita mulia ingin bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada dan shalihin. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.</p>
<p>Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para da&#8217;i. Apalagi berkurban di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah. Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki jiddiyah, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya. Amin.<br />
Wallahu a&#8217;lam bis shawab</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=108&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/18/membangun-dan-membina-militansi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2009/02/pks.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Allahuyarham Ust. Rahmat Abdullah dan Palestina</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/06/allahuyarham-ust-rahmat-abdullah-dan-palestina/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/06/allahuyarham-ust-rahmat-abdullah-dan-palestina/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 06:17:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[ 
Ustadz Rahmat Abdullah adalah seorang guru yang perlu ditiru, pembina yang bijaksana, murabbi yang rendah hati, lahir di kampung Betawi daerah Kuningan, Jakarta Selatan, 3 Juli 1953. Putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Abdullah dan Siti Rahmah.
Beliau pernah menuntut ilmu di pesantren “Perguruan Islam Asy Syafi’iyah”, Bali Matraman, Jakarta Selatan, sekaligus berguru kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=62&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="action"><a href="http://www.eramuslim.com/berita/send/8723091910-allahuyarham-ust.-rahmat-abdullah-dan-palestina.htm"> </a></div>
<p class="MsoNormal"><img src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/ustadz-rahmat.jpg" alt="" width="180" align="right" />Ustadz Rahmat Abdullah adalah seorang guru yang perlu ditiru, pembina yang bijaksana, murabbi yang rendah hati, lahir di kampung Betawi daerah Kuningan, Jakarta Selatan, 3 Juli 1953. Putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Abdullah dan Siti Rahmah.</p>
<p class="MsoNormal">Beliau pernah menuntut ilmu di pesantren “Perguruan Islam Asy Syafi’iyah”, Bali Matraman, Jakarta Selatan, sekaligus berguru kepada pendiri pesantren Perguruan Islam tersebut, seorang ulama yang tegas dan kharismatik, KH. Abdullah Syafi’i.</p>
<p class="MsoNormal"><span id="more-62"></span></p>
<p class="MsoNormal">Kecintaannya kepada ilmu, dunia pendidikan dan pembinaan (tarbiyah) meyebabkan beliau mengajar di almamaternya dan Darul Muqorrobin, Karet, Kuningan, Jakarta Selatan, serta membina pemuda-pemuda yang berada di sekitar rumahnya.</p>
<p class="MsoNormal">Guru beliau lainnya adalah Ustadz Bakir Said Abduh, lulusan perguruan tinggi Mesir, pengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI), Kuningan Jakarta Selatan. Melalui ustadz Bakir Said Abduh, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Al-Ikhwan Al-Muslimin, salah satunya adalah buku Da&#8217;watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah).</p>
<p class="MsoNormal">Sebagai seorang Ustadz dan seorang Murabbi, beliau tidak berpikiran sempit, memiliki wawasan yang luas, memiliki perhatian dan kepedulian terhadap permasalahan dunia Islam, seperti Afghanistan, Bosnia, khususnya Palestina yang masih dijajah Zionis Israel.</p>
<p class="MsoNormal">Ketika masyarakat Jakarta mengikuti aksi damai “SELAMATKAN AL AQSHA”, Ahad, 17/4/2005, yang diadakan DPP PKS dan diikuti 250.000 masa.</p>
<p class="MsoNormal">Ustadz Rahmat Abdullah walaupun dalam keadaan sakit, beliau turut serta dan tidak mau ketinggalan untuk ambil bagian membela rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsha yang akan dihancurkan oleh tangan kotor Zionis Israel.</p>
<p class="MsoNormal">Bahkan beliau ikut long march dari bundaran HI ke Kedutan Besar AS di Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, dan melakukan orasi membangkitkan semangat kader dakwah dalam perjuangan dan membela saudaranya di Palestina yang sedang dizalimi penjajah Israel.</p>
<p class="MsoNormal">Di antara isi pidatonya adalah:</p>
<p class="MsoNormal"><em>“Yang mati ditikam sudah banyak, yang mati kena narkoba melimpah, yang mati kebut-kebutan kecelakaan lalulintas sudah banyak. Indonesia bertanya, siapa yang mati dengan seni kematian yang paling indah? Seni kematian yang paling baik membela ajaran Allah, membela mereka yang tertindas dan teraniaya. Mungkin banyak yang ngeri dengan istilah tadi. Sekedar berjalan kaki dari HI kemari (ke depan kedubes AS) belum berarti apa-apa. Tetapi ini akan jadi sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Paletina. Tahukah saudara-saudara sekalian?! Di tengah derita mereka, hidup bertahun-tahun ditenda dan rumah-rumah darurat, ternyata saudara-sadara kita di Palestina masih sempat mengirimkan sumbangan untuk saudara-saudara kita di Aceh (korban gempa dan Tsunami) kemarin. Karena yang bisa memahami derita adalah orang yang sama –sama menderita, oleh karena itu walaupun kita tidak dalam derita seharusnya punya kepekaan, punya kepedulian dan punya hati yang halus dan lembut untuk bisa mendengar rintihan suara anak –anak di Palestina”.</em></p>
<p class="MsoNormal">Kehadiran Ustadz Rahmat dalam Aksi Solidaritas untuk Palestina dengan tema “SELAMATKAN AL AQSHA”, Ahad, 17/4/2005 dan orasinya di depan kedubes AS, merupakan kehadiran beliau untuk yang terakhir kalinya dalam mengikuti Aksi Pembelaan untuk Palestina, karena dua bulan setelah Aksi Solidaritas tersebut tepatnya pada hari Selasa, 14 Juni 2005, beliau wafat pada usia 52 tahun, dengan meninggalkan seorang isteri dan tujuh orang anak. Jasad beliau dikuburkan di samping komplek Islamic Center IQRO’, Jati Makmur, Pondok Gede, Bekasi.</p>
<p class="MsoNormal">“<em>Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak merubah (janjinya)”.</em> (QS. Al-Ahzab/33:23)</p>
<p class="MsoNormal">Doa Ustadz Rahmat<strong><em>: </em></strong><em>”Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu …Engkau kirimkan kepada kami da’i penyeru iman…Kepada nenek moyang kami penyembah berhala…Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da’wah…Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran…Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini kepada generasi berikut kami…Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini…Dengan sikap malas dan enggan berda’wah…Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa”.</em></p>
<p class="MsoNormal"><strong><em>H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA</em></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=62&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/06/allahuyarham-ust-rahmat-abdullah-dan-palestina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/ustadz-rahmat.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Seruan tuk para pemuda Islam&#8230;</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/05/seruan-tuk-para-pemuda-islam/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/05/seruan-tuk-para-pemuda-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 13:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu&#8230;
Segala Puji Bagi Allah, penolong tentara-Nya yang memuliakan agama-Nya, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada orang yang telah berjuang, berkorban, dan bersabar dengan sebaik-baiknya. Teriring salam yang mendalam dari kalbu dan setulus ungkapan hati, semoga Allah swt memuliakan kalian semua demi tegaknya Islam, dan memuliakan Islam dengan perjuangan kalian semua. Untuk itulah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=59&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu&#8230;</p>
<p>Segala Puji Bagi Allah, penolong tentara-Nya yang memuliakan agama-Nya, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada orang yang telah berjuang, berkorban, dan bersabar dengan sebaik-baiknya. Teriring salam yang mendalam dari kalbu dan setulus ungkapan hati, semoga Allah swt memuliakan kalian semua demi tegaknya Islam, dan memuliakan Islam dengan perjuangan kalian semua. Untuk itulah kepada seluruh anak dunia yang masih memiliki hati nurani dan meyakini hak dan kebebasan manusia, kepada organisasi dan institusi Islam di seluruh dunia, seruan ini kami kumandangkan&#8230;!!!!</p>
<p><span id="more-59"></span></p>
<p>Wahai pemuda Islam, perjuangan pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsha dari tangan Yahudi, bukan sekedar perjuangan militer dan fisik belaka, namun pada hakekatnya ia adalah pertarungan aqidah, iman, eksistensi, dan peradaban. Saat ini seluruh kaum kufar, yang didalangi oleh Yahudi, berkolaborasi untuk menghancurkan Islam. Yahudi Laknatullah&#8230;dengan kebengisannya melakukan teror membantai kaum Muslimin serta ingin menghancurkan Masjid Al-Aqsha yang disucikan. Oleh karena itu, pembebasan Palestina dan Masjid Al-Aqsha hanya mungkin dilakukan oleh kaum Muslimin yang berdiri kokoh diatas landasan dan manhadz yang Islami. Maka pada detik ini, kami ingatkan kepada kalian bangsa-bangsa Yahudi, &#8220;Kami Umat Islam&#8221; takkan pernah gentar terhadap ancaman dan teror kalian. Ruh dan jiwa kami telah kami serahkan kepada Allah swt, Sang Penguasa Alam. Sebagaimana telah dilakukan oleh Rasul kami beserta para Sahabatnya, ketika menghancurkan benteng Khaibar&#8230;Allahu Akbar&#8230;runtuhlah benteng Khaibar!!!!</p>
<p>Wahai pemuda Islam, kalian adalah ruh baru yang mengalir di hati umat, maka Ia pun akan menghidupkannya dengan Al-Qur&#8217;an, Kalian adalah cahaya baru yang tengah berkah, cahaya itulah yang menyingkap tabir kegelapan dan menggantikannya dengan Marifatullah. Kalian adalah suara yang melengking tinggi, yang senantiasa menyenandungkan dakwah Rasulullah. Wahai anak-anak Timur dan Barat&#8230;kaulah tunas harapan, kaulah yang akan menghancurkan belenggu tirani. Allahu Akbar!!!!</p>
<p>&#8220;Tunggu saatnya hai Yahudi, tentara Allah kan kembali</p>
<p>Kobarkan perang suci, bebaskan seluruh negeri</p>
<p>Jiwa-jiwa pemberani, maju meski harus mati</p>
<p>Ingatlah wahai diri, Syurga Allah tlah menanti</p>
<p>Tinggalkan semua mimpi, berjihad teguhkan hati</p>
<p>Derap tank-senjata berat, takkan surutkan langkah</p>
<p>Lontar batu penuh semangat, yakin kita takkan kalah</p>
<p>Bom Syahid mengguncang bumi, tebar takut kaum Yahudi</p>
<p>Bebaskan Palestina, bebas dari durjana</p>
<p>Majulah wahai jiwa, jadilah kau Syuhada&#8221;.</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">&#8220;Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya, dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh&#8221;&#8230;</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">By :<em>&#8220;Hamba Allah yang selalu mengharap Syahid&#8221;.</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=59&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/05/seruan-tuk-para-pemuda-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pasukan Allah</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/27/pasukan-allah/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/27/pasukan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 13:57:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[
Kami adalah cahaya dalam gelap
Kami adalah kehangatan dalam dingin
Kami adalah petunjuk dalam kesesatan
Kami adalah pedang tajam penyayat kezaliman
Kami adalah senjata beramunisikan keimanan
Kami adalah perisai berlapis baja perindu Surga
Kami adalah suara lantang kebenaran
Kami adalah musuh dari kebathilan
Kami hunusan pedang keberanian
Kami&#8230;
Pasukan Allah
Yang berdiri tegak diatas kumandang takbir
Yang tersenyum dalam naungan Cinta Ilahi
Ruh, jiwa, dan raga terbentuk Jihad
Terbungkus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=35&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;">
<a href='http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/27/pasukan-allah/images3/' title='images3'><img width="128" height="85" src="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2008/07/images3.jpg?w=128&#038;h=85" class="attachment-thumbnail" alt="" title="images3" /></a>
<a href='http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/27/pasukan-allah/images11/' title='images11'><img width="94" height="114" src="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2008/07/images11.jpg?w=94&#038;h=114" class="attachment-thumbnail" alt="" title="images11" /></a>
</p>
<p style="text-align:center;">Kami adalah cahaya dalam gelap</p>
<p style="text-align:center;">Kami adalah kehangatan dalam dingin</p>
<p style="text-align:center;">Kami adalah petunjuk dalam kesesatan</p>
<p style="text-align:center;">Kami adalah pedang tajam penyayat kezaliman</p>
<p style="text-align:center;">Kami adalah senjata beramunisikan keimanan</p>
<p style="text-align:center;">Kami adalah perisai berlapis baja perindu Surga</p>
<p style="text-align:center;">Kami adalah suara lantang kebenaran</p>
<p style="text-align:center;">Kami adalah musuh dari kebathilan</p>
<p style="text-align:center;">Kami hunusan pedang keberanian</p>
<p style="text-align:center;">Kami&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Pasukan Allah</p>
<p style="text-align:center;">Yang berdiri tegak diatas kumandang takbir</p>
<p style="text-align:center;">Yang tersenyum dalam naungan Cinta Ilahi</p>
<p style="text-align:center;">Ruh, jiwa, dan raga terbentuk Jihad</p>
<p style="text-align:center;">Terbungkus satu seragam Mujahid</p>
<p style="text-align:center;">Kami rindukan Kematian Syahid</p>
<p style="text-align:center;">Dalam sebuah sapa Syuhada&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">By: &#8220;Hamba Allah Perindu Syahid&#8221;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=35&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/27/pasukan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangkitlah Kalian</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/14/10/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/14/10/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 15:04:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Kebangkitan]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Bangkitlah Kalian&#8221;
Bagai Pedang Menantang Tegak Berdiri
Semangat Kobaran Api Membakar Hati
Mengecup Harum Keimanan Aku Berlari
Meluluh-lantakan Para Penginjak Suci Ilahi
Tapi Kini&#8230;
Dimana Engkau Wahai Singa-singa Islam
Kemana Panji Islam Yang Berkibar
Hilangkah Cahaya Syuhada Yang Dulu Terang
Ragukan Kalian Akan Janji Allah
Ataukah Menolak Lantang Indahnya Surga
Tertawa Di Antara Jerit Sisi Kesakitan
Diam Diantara Deru Takbir Yang Menggebu
Aku Menangis Untukmu Wahai Saudara-saudaraku
Yang Terlelapkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=10&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_9" class="wp-caption aligncenter" style="width: 207px"><a href="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2008/07/book20cover20hamas2.jpg"><img class="size-medium wp-image-9" src="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2008/07/book20cover20hamas2.jpg?w=197&#038;h=300" alt="HAMAS" width="197" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">HAMAS</p></div>
<p><strong>&#8220;Bangkitlah Kalian&#8221;</strong><br />
Bagai Pedang Menantang Tegak Berdiri<br />
Semangat Kobaran Api Membakar Hati<br />
Mengecup Harum Keimanan Aku Berlari<br />
Meluluh-lantakan Para Penginjak Suci Ilahi<br />
Tapi Kini&#8230;<br />
Dimana Engkau Wahai Singa-singa Islam<br />
Kemana Panji Islam Yang Berkibar<br />
Hilangkah Cahaya Syuhada Yang Dulu Terang<br />
Ragukan Kalian Akan Janji Allah<br />
Ataukah Menolak Lantang Indahnya Surga<br />
Tertawa Di Antara Jerit Sisi Kesakitan<br />
Diam Diantara Deru Takbir Yang Menggebu<br />
Aku Menangis Untukmu Wahai Saudara-saudaraku<br />
Yang Terlelapkan Dunia Dalam Selimut Pecundang<br />
Malulah Kalian Pada Garangnya Langkah Intiffadah Anak Ingusan<br />
Yang Tak Pernah Gentar Meski Timah Panas Terus Membayangi<br />
Bangkitlah Kalian&#8230;<br />
Bangkitlah Kalian&#8230;<br />
Majulah Kalian&#8230;<br />
Buktikan Bahwa Islam Takkan Terbenam<br />
Jangan Biarkan Perjuangan Kami Sia-sia<br />
Niscaya Surga Menanti Engkau Para Syuhada&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=10&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/14/10/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2008/07/book20cover20hamas2.jpg?w=197" medium="image">
			<media:title type="html">HAMAS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Islam adalah keindahan</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/13/islam-adalah-keindahan/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/13/islam-adalah-keindahan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 16:28:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[“Tersenyum menatap mentari, Bermandikan embun pagi, Berganti tahta lembayung senja,  Beriring cahaya rembulan dalam mahkota.”

Satu gambaran keindahan warna dunia, INDAH&#8230;begitu banyak definisi keindahan yang berkata. Namun bagiku, kala mereka bertanya tentang “apa itu indah??”, hanyalah satu jawabku&#8230;”Keimanan”. Menurutku keimanan dapat memberikan kesejukan melebihi arti tertinggi keindahan dalam gambar definisi manusia. Keimanan dapat memberi atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=4&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Tersenyum menatap mentari, Bermandikan embun pagi, Berganti tahta lembayung senja,  Beriring cahaya rembulan dalam mahkota.”</p>
<p><span id="more-4"></span></p>
<p>Satu gambaran keindahan warna dunia, INDAH&#8230;begitu banyak definisi keindahan yang berkata. Namun bagiku, kala mereka bertanya tentang “apa itu indah??”, hanyalah satu jawabku&#8230;”Keimanan”. Menurutku keimanan dapat memberikan kesejukan melebihi arti tertinggi keindahan dalam gambar definisi manusia. Keimanan dapat memberi atau merubah sedih, duka, tangis, dan susah menjadi satu senyum penuh ikhlas dan berserah..</p>
<p>Islamlah yang telah mengajarkanku dan menyadarkanku tentang semua, tentang hidup dalam keindahan. Bagiku Islam adalah pintu gerbang menuju cahaya keindahan, Dimana indah terbungkus suatu keabadian. Hatiku menangis, kala begitu banyak yang melecehkan dan mendustakan Hukum ALLAH..!!!! Kala wanita menjual diri dengan memamerkan setiap lekuk tubuhnya, membanggakan auratnya. Kala banyak dari mereka para pemuda, membanggakan pacaran, seolah rasa sayang itu harus dicurahkan dengan pacaran. Kala banyak dari mereka malu akan shalat, mengaji, dan segala sesuatu bernafaskan Islam. Kala banyak dari mereka membanggakan alasan modernisasi untuk menghancurkan Islam. Seolah mereka telah dengan tegas dan lantang melawan dan menantang Allah, seolah mereka benar-benar merindukan Siksa Jahanam, yah..mereka bangga akan sesuatu yang nantinya akan bersaksi untuk menjatuhkan mereka kedalam siksa yang teramat kejam..!!</p>
<p>Syari’at&#8230;Islam&#8230;Hukum ALLAH&#8230;adalah harga mati. Tanpa negosiasi, apalagi hanya untuk sekedar alasan “Modernisasi”. Islam adalah kebenaran tertinggi yang abadi, cinta hakiki dan hak asasi yang sebenar-benarnya manusiawi bukanlah sebatas mimpi atau imajinasi, melainkan sebuah implementasi.</p>
<p>Aku bangga menjadi seorang MUSLIM, mengakui bahwa ISLAM adalah satu-satunya agama yang ku yakini. Mengakui bahwa ALLAH swt sebagai satu-satunya Tuhanku. Mengakui bahwa NABI MUHAMMAD sebagai RASULULLAH yang membawa berita kebenaran. Islam memiliki petunjuk hidup, yaitu AL-QUR’AN dan HADIST, yang takkan pernah tercemar sampai kapanpun. Islam memiliki pasukan siap mati, yaitu para MUJAHID yang telah menjual jiwa-raganya untuk berjuang di jalan Allah, dan selalu menaruh harap akan indahnya kematian dengan menjadi SYUHADA..</p>
<p>By : “Hamba Allah yang selalu mengharap Syahid”.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=4&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/07/13/islam-adalah-keindahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>