Telah berpuluh-puluh tahun kami tersiksa, telah berpuluh-puluh tahun kami meronta, dibalik bising deru senjata kami bermunajat, dibalik waktu yang tak menentu tentang kapan nyawa ini tercabut kami mengharap, Yah…di hadapan para Zionis Laknatullah kami berdiri lantang menghadang, kami hanyalah berbekal batu,ketapel, dan sedikit persenjataan yang mungkin amat sangat tak sebanding dengan yang kami hadapi. Tapi dibalik itu semua, ada kekuatan yang amat sangat kami yakini…kekuatan itulah yang membuat kami terus bertahan sampai sejauh ini…”Keimanan”, kami yakin akan indah nya Janji Allah…Kami yakin akan bantuan para malaikat Allah…?!! Bila memang kalian lebih memilih menikmati dunia yang fana ini, mengumpulkan harta yang nantinya akan menuntut dengan kesaksian2 yang akan menjatuhkan kalian..SILAHKAN!!!! Disini kami menangis dan tertawa…menangis untuk kalian wahai Muslim di seluruh dunia yang terdiam membisu melihat kekejaman para Zionis Laknatullah dan seolah tak peduli akan itu semua…dan kami tertawa dikala kami mengingat tentang indah nya Janji Allah swt kelak….?!!!!! Semoga Allah mengampuni kalian semua.
Ustadz Rahmat Abdullah adalah seorang guru yang perlu ditiru, pembina yang bijaksana, murabbi yang rendah hati, lahir di kampung Betawi daerah Kuningan, Jakarta Selatan, 3 Juli 1953. Putra kedua dari empat bersaudara dari pasangan Abdullah dan Siti Rahmah.
Beliau pernah menuntut ilmu di pesantren “Perguruan Islam Asy Syafi’iyah”, Bali Matraman, Jakarta Selatan, sekaligus berguru kepada pendiri pesantren Perguruan Islam tersebut, seorang ulama yang tegas dan kharismatik, KH. Abdullah Syafi’i.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu…
Segala Puji Bagi Allah, penolong tentara-Nya yang memuliakan agama-Nya, shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada orang yang telah berjuang, berkorban, dan bersabar dengan sebaik-baiknya. Teriring salam yang mendalam dari kalbu dan setulus ungkapan hati, semoga Allah swt memuliakan kalian semua demi tegaknya Islam, dan memuliakan Islam dengan perjuangan kalian semua. Untuk itulah kepada seluruh anak dunia yang masih memiliki hati nurani dan meyakini hak dan kebebasan manusia, kepada organisasi dan institusi Islam di seluruh dunia, seruan ini kami kumandangkan…!!!!
Kami adalah cahaya dalam gelap
Kami adalah kehangatan dalam dingin
Kami adalah petunjuk dalam kesesatan
Kami adalah pedang tajam penyayat kezaliman
Kami adalah senjata beramunisikan keimanan
Kami adalah perisai berlapis baja perindu Surga
Kami adalah suara lantang kebenaran
Kami adalah musuh dari kebathilan
Kami hunusan pedang keberanian
Kami…
Pasukan Allah
Yang berdiri tegak diatas kumandang takbir
Yang tersenyum dalam naungan Cinta Ilahi
Ruh, jiwa, dan raga terbentuk Jihad
Terbungkus satu seragam Mujahid
Kami rindukan Kematian Syahid
Dalam sebuah sapa Syuhada…
By: “Hamba Allah Perindu Syahid”
Mungkin sekarang dah banyak yang tau soal Freemason ini. Tapi apakah dah banyak yang tau seberapa besar sih pengaruh mereka pada pegerakan dunia ini..??!
“Bangkitlah Kalian”
Bagai Pedang Menantang Tegak Berdiri
Semangat Kobaran Api Membakar Hati
Mengecup Harum Keimanan Aku Berlari
Meluluh-lantakan Para Penginjak Suci Ilahi
Tapi Kini…
Dimana Engkau Wahai Singa-singa Islam
Kemana Panji Islam Yang Berkibar
Hilangkah Cahaya Syuhada Yang Dulu Terang
Ragukan Kalian Akan Janji Allah
Ataukah Menolak Lantang Indahnya Surga
Tertawa Di Antara Jerit Sisi Kesakitan
Diam Diantara Deru Takbir Yang Menggebu
Aku Menangis Untukmu Wahai Saudara-saudaraku
Yang Terlelapkan Dunia Dalam Selimut Pecundang
Malulah Kalian Pada Garangnya Langkah Intiffadah Anak Ingusan
Yang Tak Pernah Gentar Meski Timah Panas Terus Membayangi
Bangkitlah Kalian…
Bangkitlah Kalian…
Majulah Kalian…
Buktikan Bahwa Islam Takkan Terbenam
Jangan Biarkan Perjuangan Kami Sia-sia
Niscaya Surga Menanti Engkau Para Syuhada…
“Tersenyum menatap mentari, Bermandikan embun pagi, Berganti tahta lembayung senja, Beriring cahaya rembulan dalam mahkota.”














