<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Al-Ma&#039;niqu Liyamuta</title>
	<atom:link href="http://dimazatuh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dimazatuh.wordpress.com</link>
	<description>Be a good Moslem or die as a Syuhada</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Jul 2009 04:44:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='dimazatuh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/06edeb758c24c21d952e483e82f4408e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Al-Ma&#039;niqu Liyamuta</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>TANGISAN BILAL BIN RABAH -Radhiallaahu ‘Anhu, MUAZIN RASULULLAH -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/07/01/tangisan-bilal-bin-rabah-radhiallaahu-%e2%80%98anhu-muazin-rasulullah-shallallaahu-%e2%80%98alaihi-wa-%e2%80%98ala-alihi-wa-sallam/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/07/01/tangisan-bilal-bin-rabah-radhiallaahu-%e2%80%98anhu-muazin-rasulullah-shallallaahu-%e2%80%98alaihi-wa-%e2%80%98ala-alihi-wa-sallam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 04:44:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bilal bin Rabah]]></category>
		<category><![CDATA[ibroh]]></category>
		<category><![CDATA[kisah sahabat Rasululloh saw]]></category>
		<category><![CDATA[muhasabah]]></category>
		<category><![CDATA[renungan hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=137</guid>
		<description><![CDATA[Jika nama Abu Bakar disebut, Al-Faruq Umar bin al-Khaththab -Radhiallaahu ‘Anhu berkata, “Abu Bakar adalah tuan kami, dan dia membebaskan tuan kami.” Yakni Bilal. Orang yang disebut Umar sebagai “tuan kami” adalah benar-benar orang yang mulia dan mempunyai kedudukan yang agung.
Ia adalah mu’adzin Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Ia adalah hamba yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=137&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jika nama Abu Bakar disebut, Al-Faruq Umar bin al-Khaththab -Radhiallaahu ‘Anhu berkata, “Abu Bakar adalah tuan kami, dan dia membebaskan tuan kami.” Yakni Bilal. Orang yang disebut Umar sebagai “tuan kami” adalah benar-benar orang yang mulia dan mempunyai kedudukan yang agung.</p>
<p>Ia adalah mu’adzin Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam. Ia adalah hamba yang disiksa oleh tuannya dengan batu yang telah dipanaskan un-tuk memurtadkannya dari agamanya, tapi ia berkata, “Ahad, Ahad (Allah Yang Esa).”</p>
<p>Ia hidup sebagai hamba sahaya, hari-harinya berlalu tanpa beda dan buruk. Ia tidak punya hak pada hari ini, dan tidak punya harapan pada esok hari. Seringkali ia mendengar tuan-nya, Umayyah, berbicara bersama kawan-kawannya pada suatu waktu dan para anggota kabilah di waktu lain tentang Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, dengan pembicaraan yang meluapkan amarah dan ke-dengkian yang sangat.<br />
<span id="more-137"></span><br />
Pada suatu hari Bilal bin Rabah mengetahui cahaya Allah, lalu ia pergi menemui Rasulullah a dan mengikrarkan keisla-mannya. Setelah itu ia menghadapi berbagai macam penyiksaan, tapi ia tetap tegar bagai gunung. Ia diletakkan dalam keadaan telanjang di atas bara api. Mereka membawanya keluar pada siang hari ke padang pasir, dan mencampakkannya di atas pasir-pasir yang panas dalam keadaan tak berbaju. Kemudian mereka membawa batu yang telah dipanaskan yang diangkut dari tem-patnya oleh sejumlah orang dan meletakkannya di atas tubuh dan dadanya. Siksa demi siksa berulang-ulang setiap hari, tapi ia tetap tegar. Hati sebagian penyiksanya menjadi lunak seraya berkata, “Sebutlah Lata dan Uzza dengan baik.” Mereka me-nyuruhnya supaya memohon kepadanya tapi Bilal menolak untuk mengucapkannya, dan sebagai gantinya ia mengucapkan senandung abadinya, “Ahad, Ahad“.</p>
<p>Abu Bakar ash-Shiddiq -Radhiallaahu ‘Anhu datang pada saat mereka menyiksanya, dan meneriaki mereka dengan ucapan, “Apakah kalian membunuh seseorang karena berucap, ‘Rabbku adalah Allah?’.” Abu Bakar meminta kepada mereka untuk menjualnya kepadanya. Umayyah memang berkeinginan untuk menjualnya. Akhirnya Abu Bakar rhu membelinya dengan harga yang berlipat ganda dari Umayyah. Setelah itu dia membebaskannya, dan Bilal mulai menjalani kehidupannya di tengah-tengah orang-orang mer-deka… para sahabat yang taat lagi berbakti. Ketika Abu Bakar memegang tangan Bilal untuk membawanya, maka Umayyah berkata kepadanya, “Ambillah! Demi Lata dan Uzza, seandainya kamu menolak kecuali membelinya dengan satu uqiyah, niscaya aku menjualnya kepadamu dengan harga itu.” Abu Bakar rhu menjawab, “Demi Allah, seandainya kamu menolak kecuali seharga seratus uqiyah, niscaya aku membayarnya.”</p>
<p>Setelah Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam hijrah ke Madinah, Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam me-nyariatkan adzan untuk shalat, dan pilihan jatuh pada Bilal sebagai mu’adzin pertama untuk shalat. Ini pilihan Rasulullah saw. Bilal pun melantunkan suaranya yang menyejukkan dan menggembirakan, yang memenuhi hati dengan iman, dan pendengaran dengan keindahan. Ia menyeru, “Allahu Akbar, Allahu Akbar” dan seterusnya. Ketika datang perang Badar, dan Allah menyampaikan urusannya, Umayyah keluar untuk berperang… Dan ia jatuh tersungkur dalam keadaan mati di tangan Bilal -Radhiallaahu ‘Anhu.</p>
<p>Pemimpin kekafiran mati tertusuk oleh pedang-pedang Islam sebagai balasan buat Bilal yang berteriak setelah terbunuh-nya, “Ahad, Ahad.” Hari-hari berlalu, Makkah ditaklukkan, dan Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam masuk Makkah dengan ditemani Bilal. Kebenaran telah datang, dan kebatilan telah sirna. Bilal mengikuti semua peperangan bersama Rasul -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam dan mengumandangkan adzan untuk shalat. Ia terus menjaga syiar agama yang agung ini. Sampai-sampai Rasul -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menyifatinya sebagai “seorang pria ahli surga”. Dan Rasul -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam berpulang ke haribaan Allah dalam keadaan ridha lagi diridhai. Sepeninggal beliau, sahabatnya dan khalifahnya, Abu Bakar ash-Shiddiq -Radhiallaahu ‘Anhu bangkit memimpin urusan kaum muslimin. Bilal pergi menemui ash-Shiddiq seraya berkata kepadanya, “Wahai Khalifah Rasulullah, aku mendengar Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda,</p>
<p>‘Amalan mukmin yang paling utama ialah berjihad di jalan Allah’.”*</p>
<p>Abu Bakar bertanya kepadanya, “Apakah yang engkau kehendaki, wahai Bilal?” Ia menjawab, “Aku ingin murabathah (siap siaga berperang) di jalan Allah hingga aku mati.” Abu Bakar bertanya, “Lantas siapa yang mengumandangkan adzan untuk kami?!”</p>
<p>Bilal berkata, sementara kedua matanya mengalirkan air mata, “Sesungguhnya aku tidak mengumandangkan adzan untuk seorang pun sepeninggal Rasulullah -Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam .” Abu Bakar berkata, “Tetaplah mengumandangkan adzan untuk kami, wahai Bilal.” Bilal berkata, “Jika engkau memerdekakan aku agar aku menjadi milikmu, lakukan apa yang engkau suka. Jika engkau memerdekakan aku karena Allah, biarkanlah aku berikut pembebasan yang kau berikan kepadaku.” Abu Bakar berkata, “Aku memerdekakanmu karena Allah, ya Bilal.”</p>
<p>Bilal kemudian melakukan perjalanan ke Syam yang di sana ia terus menjadi mujahid dan selalu siap sedia untuk berjihad. Konon, ia berkali-kali datang ke Madinah dari waktu ke waktu … tapi ia tidak mampu mengumandangkan adzan. Hal itu karena setiap kali hendak mengucapkan, “Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah), kenangan-kenangan masa lalu menahan dirinya, lalu suaranya tersembunyi di kerongkongannya, dan sebagai gantinya air matanyalah yang meneriakkan kata-kata itu.**</p>
<p>Akhir adzan yang dikumandangkannya ialah pada saat Khalifah al-Faruq Umar bin al-Khaththab -Radhiallaahu ‘Anhu mengunjungi Syam. Kaum muslimin meminta Khalifah membawa Bilal agar mengumandangkan adzan untuk shalat mereka. Amirul Mu’minin memanggil Bilal, sementara waktu shalat telah tiba. Umar berharap kepadanya agar mengumandangkan adzan untuk shalat. Bilal pun naik dan mengumandangkan adzan… maka menangislah para sahabat yang pernah bersama Rasulullah saw ketika Bilal mengumandangkan adzan untuk beliau. Mereka menangis seakan-akan mereka tidak pernah menangis sebelumnya, selamanya.</p>
<p>Bilal meninggal di Syam dalam keadaan bersiap siaga di jalan Allah, sebagaimana yang dikehendakinya. Semoga Allah meridhainya dan menjadikannya ridha kepadaNya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=137&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/07/01/tangisan-bilal-bin-rabah-radhiallaahu-%e2%80%98anhu-muazin-rasulullah-shallallaahu-%e2%80%98alaihi-wa-%e2%80%98ala-alihi-wa-sallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demonstrasi itu Tertib dan Damai</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/demonstrasi-itu-damai-dan-tertib/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/demonstrasi-itu-damai-dan-tertib/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 15:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/demonstrasi-itu-damai-dan-tertib/</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=115&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/demonstrasi-itu-damai-dan-tertib/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ELU_owC85PM/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=115&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/demonstrasi-itu-damai-dan-tertib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/ELU_owC85PM/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Doa, batu dan air mata</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/doa-batu-dan-air-mata/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/doa-batu-dan-air-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 14:51:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=113&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/doa-batu-dan-air-mata/"><img src="http://img.youtube.com/vi/j0N7Q8juxlE/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=113&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/22/doa-batu-dan-air-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/j0N7Q8juxlE/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Membangun dan Membina Militansi Kita</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/18/membangun-dan-membina-militansi-kita/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/18/membangun-dan-membina-militansi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 14:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Jihad]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[taujihat]]></category>
		<category><![CDATA[Ungkapan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[(Alm) Ust. Rahmat Abdullah
Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.
Ba&#8217;da tahmid wa shalawat
Ikhwah rahimakumullah, Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur&#8217;an Surat 19 Ayat 12 : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=108&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_110" class="wp-caption aligncenter" style="width: 134px"><img class="size-full wp-image-110" title="pks" src="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2009/02/pks.jpg?w=124&#038;h=93" alt="Kader Dakwah" width="124" height="93" /><p class="wp-caption-text">Kader Dakwah</p></div>
<p><em>(Alm) Ust. Rahmat Abdullah</em></p>
<p>Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan <em>jiddiyah</em> (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.</p>
<p>Ba&#8217;da tahmid wa shalawat</p>
<p><em>Ikhwah rahimakumullah</em>, Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur&#8217;an Surat 19 Ayat 12 : &#8230;..<br />
<em>Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah &#8230;</em>&#8221; (QS. Maryam (19):12)</p>
<p>Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan <em>quwwah </em>yang bermakna <em>jiddiyah</em>, kesungguhan-sungguhan.</p>
<p>Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan <em>jiddiyah </em>(kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.</p>
<p>Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan: &#8220;Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik&#8221;.</p>
<p><span id="more-108"></span></p>
<p><em>Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,<br />
</em>Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat. Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang da&#8217;i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.</p>
<p>Ali sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan kalimatnya yang terkenal tersebut.</p>
<p><em>Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,<br />
</em>Ketika Allah menyuruh Nabi Musa as mengikuti petunjuk-Nya, tersirat di dalamnya sebuah pesan abadi, pelajaran yang mahal dan kesan yang mendalam:</p>
<p>&#8220;Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): &#8220;Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang teguh kepada perintah-perintahnya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasiq&#8221;.(QS. Al-A&#8217;raaf (7):145)</p>
<p>Demikian juga perintah-Nya terhadap Yahya, dalam surat Maryam ayat 12 :</p>
<p><em>&#8220;Hudzil kitaab bi quwwah&#8221; </em>(Ambil kitab ini dengan quwwah). Yahya juga diperintahkan oleh Allah untuk mengemban amanah-Nya dengan <em>jiddiyah </em>(kesungguh-sungguhan). <em>Jiddiyah </em>ini juga nampak pada diri <em>Ulul Azmi </em>(lima orang Nabi yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad yang dianggap memiliki azam terkuat).</p>
<p>Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.</p>
<p>Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita: &#8220;Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian&#8221;.</p>
<p>Hendaknya kita melihat bagaimana kisah kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Usia mereka hanya sekitar 60-an tahun. Satu rentang usia yang tidak terlalu panjang, namun sejarah mereka seakan tidak pernah habis-habisnya dikaji dari berbagai segi dan sudut pandang. Misalnya dari segi strategi militernya, dari visi kenegarawanannya, dari segi sosok kebapakannya dan lain sebagainya.</p>
<p>Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Seperti digambarkan dalam QS. 11:120, orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: &#8220;Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi&#8221;. Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya.</p>
<p><em>Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,</em><br />
Di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta.</p>
<p>Misalnya anak yang mendapatkan warisan berlimpah dari orangtuanya dan kemudian dihabiskannya untuk berfoya-foya karena merasa semua itu didapatkannya dengan mudah, bukan dari tetes keringatnya sendiri. Boleh jadi dengan kemiskinan azam yang ada padanya akan membawanya pula pada kebangkrutan dari segi harta. Sebaliknya anak yang lahir di keluarga sederhana, namun memiliki azam dan kemauan yang kuat kelak akan menjadi orang yang berilmu, kaya dan seterusnya.</p>
<p>Demikian pula dalam kaitannya dengan masalah ukhrawi berupa ketinggian derajat di sisi Allah. Tidak mungkin seseorang bisa keluar dari kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa tekad, kemauan dan kerja keras.</p>
<p>Kita dapat melihatnya dalam kisah Nabi Musa as. Kita melihat bagaimana kesabaran, keuletan, ketangguhan dan kedekatan hubungannya dengan Allah membuat Nabi Musa as berhasil membawa umatnya terbebas dari belenggu tirani dan kejahatan Fir&#8217;aun.</p>
<p>Berkat do&#8217;a Nabi Musa as dan pertolongan Allah melalui cara penyelamatan yang spektakuler, selamatlah Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberangi Laut Merah yang dengan izin Allah terbelah menyerupai jalan dan tenggelamlah Fir&#8217;aun beserta bala tentaranya.</p>
<p>Namun apa yang terjadi? Sesampainya di seberang dan melihat suatu kaum yang tengah menyembah berhala, mereka malah meminta dibuatkan berhala yang serupa untuk disembah. Padahal sewajarnya mereka yang telah lama menderita di bawah kezaliman Fir&#8217;aun dan kemudian diselamatkan Allah, tentunya merasa sangat bersyukur kepada Allah dan berusaha mengabdi kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Kurangnya iman, pemahaman dan kesungguh-sungguhan membuat mereka terjerumus kepada kejahiliyahan.</p>
<p>Sekali lagi marilah kita menengok kekayaan sejarah dan mencoba bercermin pada sejarah. Kembali kita akan menarik ibrah dari kisah Nabi Musa as dan kaumnya.</p>
<p>Dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 20-26 : &#8220;Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: &#8220;Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu, ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain&#8221;.</p>
<p>&#8220;Hai, kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi&#8221;.</p>
<p>&#8220;Mereka berkata: &#8220;Hai Musa, sesungguhnya dalam negri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari negri itu. Jika mereka keluar dari negri itu, pasti kami akan memasukinya&#8221;.</p>
<p>&#8220;Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: &#8220;Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman&#8221;.</p>
<p>&#8220;Mereka berkata: &#8220;Hai Musa kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja&#8221;.</p>
<p>&#8220;Berkata Musa: &#8220;Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu&#8221;.</p>
<p>&#8220;Allah berfirman: &#8220;(Jika demikian), maka sesungguhnya negri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasiq itu&#8221;.<br />
Rangkaian ayat-ayat tersebut memberikan pelajaran yang mahal dan sangat berharga bagi kita, yakni bahwa manusia adalah anak lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau berusaha seperti tertera dalam QS. Ar-Ra&#8217;du (13):11, &#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha merubahnya sendiri&#8221;.</p>
<p>Nabi Musa as adalah pemimpin yang dipilihkan Allah untuk mereka, seharusnyalah mereka tsiqqah pada Nabi Musa. Apalagi telah terbukti ketika mereka berputus asa dari pengejaran dan pengepungan Fir&#8217;aun beserta bala tentaranya yang terkenal ganas, Allah SWT berkenan mengijabahi do&#8217;a dan keyakinan Nabi Musa as sehingga menjawab segala kecemasan, keraguan dan kegalauan mereka seperti tercantum dalam QS. Asy-Syu&#8217;ara (26):61-62, &#8220;Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: &#8220;Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul&#8221;. Musa menjawab: &#8220;Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku bersamaku, kelak Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku&#8221;.</p>
<p>Semestinya kaum Nabi Musa melihat dan mau menarik ibrah (pelajaran) bahwa apa-apa yang diridhai Allah pasti akan dimudahkan oleh Allah dan mendapatkan keberhasilan karena jaminan kesuksesan yang diberikan Allah pada orang-orang beriman. Allah pasti akan bersama al-haq dan para pendukung kebenaran. Namun kaum Nabi Musa hanya melihat laut, musuh dan kesulitan-kesulitan tanpa adanya tekad untuk mengatasi semua itu sambil di sisi lain bermimpi tentang kesuksesan. Hal itu sungguh merupakan opium, candu yang berbahaya. Mereka menginginkan hasil tanpa kerja keras dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah &#8220;qaumun jabbarun&#8221; yang rendah, santai dan materialistik. Seharusnya mereka melihat bagaimana kesudahan nasib Fir&#8217;aun yang dikaramkan Allah di laut Merah.</p>
<p>Seandainya mereka yakin akan pertolongan Allah dan yakin akan dimenangkan Allah, mereka tentu tsiqqah pada kepemimpinan Nabi Musa dan yakin pula bahwa mereka dijamin Allah akan memasuki Palestina dengan selamat.</p>
<p>Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam QS. 47:7, <em>&#8220;In tanshurullah yanshurkum wayutsabbit  bihil aqdaam&#8221;</em> (Jika engkau menolong Allah, Allah akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu).<br />
Hendaknya jangan sampai kita seperti Bani Israil yang bukannya tsiqqah dan taat kepada Nabi-Nya, mereka dengan segala kedegilannya malah menyuruh Nabi Musa as untuk berjuang sendiri. &#8220;Pergilah engkau dengan Tuhanmu&#8221;. Hal itu sungguh merupakan kerendahan akhlak dan militansi, sehingga Allah mengharamkan bagi mereka untuk memasuki negri itu. Maka selama 40 tahun mereka berputar-putar tanpa pernah bisa memasuki negri itu.</p>
<p>Namun demikian, Allah yang Rahman dan Rahim tetap memberi mereka rizqi berupa ghomama, manna dan salwa, padahal mereka dalam kondisi sedang dihukum.</p>
<p>Tetapi tetap saja kedegilan mereka tampak dengan nyata ketika dengan tidak tahu dirinya mereka mengatakan kepada Nabi Musa tidak tahan bila hanya mendapat satu jenis makanan.</p>
<p>Orientasi keduniawian yang begitu dominan pada diri mereka membuat mereka begitu kurang ajar dan tidak beradab dalam bersikap terhadap pemimpin. Mereka berkata: <em>&#8220;Ud&#8217;uulanaa robbaka&#8221; </em>(Mintakan bagi kami pada Tuhanmu). Seyogyanya mereka berkata: &#8220;Pimpinlah kami untuk berdo&#8217;a pada Tuhan kita&#8221;.</p>
<p>Kebodohan seperti itu pun kini sudah mentradisi di masyarakat. Banyak keluarga yang berstatus Muslim, tidak pernah ke masjid tapi mampu membayar sehingga banyak orang di masjid yang menyalatkan jenazah salah seorang keluarga mereka, sementara mereka duduk-duduk atau berdiri menonton saja.</p>
<p>Rasulullah saw memang telah memberikan nubuwat atau prediksi beliau: &#8220;Kelak kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian selangkah demi selangkah, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta dan sedepa demi sedepa&#8221;. Sahabat bertanya: &#8220;Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah?&#8221;. Beliau menjawab: &#8220;Siapa lagi?&#8221;.</p>
<p>Kebodohan dalam meneladani Rasulullah juga bisa terjadi di kalangan para pemikul dakwah sebagai <em>warasatul anbiya </em>(pewaris nabi). Mereka mengambil keteladanan dari beliau secara tidak tepat. Banyak ulama atau kiai yang suka disambut, dielu-elukan dan dilayani padahal Rasulullah tidak suka dilayani, dielu-elukan apalagi didewakan. Sebaliknya mereka enggan untuk mewarisi kepahitan, pengorbanan dan perjuangan Rasulullah. Hal itu menunjukkan merosotnya militansi di kalangan ulama-ulama amilin.<br />
Mengapa hal itu juga terjadi di kalangan ulama, orang-orang yang notabene sudah sangat faham. Hal itu kiranya lebih disebabkan adanya pergeseran dalam hal cinta dan loyalitas, cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya telah digantikan dengan cinta kepada dunia.</p>
<p>Mentalitas Bal&#8217;am, ulama di zaman Fir&#8217;aun adalah mentalitas anjing sebagaimana digambarkan di Al-Qur&#8217;an. Dihalau dia menjulurkan lidah, didiamkan pun tetap menjulurkan lidah. Bal&#8217;am bukannya memihak pada Musa, malah memihak pada Fir&#8217;aun. Karena ia menyimpang dari jalur kebenaran, maka ia selalu dibayang-bayangi, didampingi syaithan. Ulama jenis Bal&#8217;am  tidak mau berpihak dan menyuarakan kebenaran karena lebih suka menuruti hawa nafsu dan tarikan-tarikan duniawi yang rendah.</p>
<p>Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasan berfikir yang luas dan mulia. Misalnya, manusia yang memang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian, mereka mau berkelahi untuk memperebutkannya. Tetapi anjing yang ada di dekat cincin berlian tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian. Ia baru akan berlari mengejar tulang, lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya. Sampailah anjing tersebut di tepi telaga yang bening dan ia serasa melihat musuh di permukaan telaga yang dianggapnya akan merebut tulang darinya. Karena kebodohannya ia tak tahu bahwa itu adalah bayangan dirinya. Ia menerkam bayangan dirinya tersebut di telaga, hingga ia tenggelam dan mati.</p>
<p>Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.</p>
<p>Nabi Yusuf as sebuah contoh keistiqomahan, ia memilih di penjara daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia. Ia yang benar di penjara, sementara yang salah malah bebas.</p>
<p>Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as. Wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka karena terpesona melihat Nabi Yusuf. &#8220;Demi Allah, ini pasti bukan manusia&#8221;. Kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.</p>
<p>Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya cita-cita mulia ingin bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada dan shalihin. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.</p>
<p>Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para da&#8217;i. Apalagi berkurban di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah. Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki jiddiyah, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya. Amin.<br />
Wallahu a&#8217;lam bis shawab</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=108&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2009/02/18/membangun-dan-membina-militansi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2009/02/pks.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pks</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Urgensi Khilafah Bagi Umat Islam</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/10/02/urgensi-khilafah-bagi-umat-islam/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/10/02/urgensi-khilafah-bagi-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2008 10:22:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Istilah khilafah&#8230;Imam atau Amirul Mu&#8217;minin mempunyai makna yang sama, yang ditujukan kepada kepemimpinan tertinggi di dalam tubuh umat Islam. Sebagaimana dapat disimpulkan dari pendapat Abul Hasan al Mawardi, Ibnu Hazm maupun At Taftazani dll. Kesimpulan mereka dilandasi oleh isyarat atau nash-nash qoth&#8217;iy firman-firman Allah maupun sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, tha&#8217;atlah kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=106&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Istilah khilafah&#8230;Imam atau Amirul Mu&#8217;minin mempunyai makna yang sama, yang ditujukan kepada kepemimpinan tertinggi di dalam tubuh umat Islam. Sebagaimana dapat disimpulkan dari pendapat Abul Hasan al Mawardi, Ibnu Hazm maupun At Taftazani dll. Kesimpulan mereka dilandasi oleh isyarat atau nash-nash qoth&#8217;iy firman-firman Allah maupun sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, tha&#8217;atlah kepada Allah dan tha&#8217;atlah kepada Rasul-(Nya) dan Ulil Amri diantara kamu&#8230;&#8221; </em>(S. An-Nisa : 59).</p>
<p><strong>Tugas Khalifah</strong></p>
<p>Sebagai pemimpin umat, tugas seorang Khalifah adalah membimbing umat beribadah, mengamalkan Al-Qur&#8217;an dan sunnah Rasulullah untuk mencapai ridha Allah. Jadi dimensi kepemimpinan seorang Khalifah adalah dunia dan akhirat. Begitu beratnya tugas seorang Khalifah sehingga Rasulullah mengingatkan kepada Abu Dzar, agar jangan meminta amanah menjadi Umaro, karena berat tanggungannya disisi Allah. Yang membayang di mata seorang Khalifah adalah ancaman api neraka, bukan bayangan status sosial ataupun kekayaan dunia. Disinilah hakekat kepemimpinan dalam Islam. Seorang Khalifah bukan figur mulkan/raja yang umumnya bersikap otoriter, bukan pula seorang presiden yang memerintah berdasarkan undang-undang buatan parlemen/manusia. Khalifah memimpin umat untuk mengamalkan wahyu Allah : Yahduuna bi amrina, membangun kebajikan/kemaslahatan umat, menegakkan shalat, mengelola zakat dan amal-amal shalih lainnya.</p>
<p><span id="more-106"></span></p>
<p><strong>Kerugian hidup tanpa Khilafah</strong></p>
<p>Ada 15 hal yang hilang dalam umat Islam akibat mereka berhenti berhukum dengan Syari&#8217;at Islam. Kehilangan akibat ketiadaan Khilafah itu adalah :</p>
<p>1. Keridhaan Allah swt. Keridhaan Allah SWT dapat dicapai dengan mengikuti seluruh hukum dan aturan-Nya dengan penuh ketaatan sebagaimana dipraktekan oleh Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain menegakkan kepemimpinan yang merujuk pada syari&#8217;at baik urusan di dalam maupun luar negeri pada setiap aspek kehidupan.</p>
<p>2. Hilangnya kepemimpinan umat dimana bai&#8217;at kepadanya merupakan suatu yang amat vital bagi setiap muslim. Rasulullah saw bersabda, <em>&#8220;barang siapa yang mati sedangkan di pundaknya tidak ada bai&#8217;at maka matinya jahiliyah&#8221;. </em>Betapa berdosanya kaum Muslim sejak runtuhnya Khilafah Ustmani tahun 1924 yang merupakan Khilafah terakhir.</p>
<p>3. Hilangnya rasa aman dan jaminan keamanan yang menyebabkan ketakutan.</p>
<p>4. Hilangnya ilmu pengetahuan, pendidikan dan kepedulian yang lahir dari kepribadian Islam.</p>
<p>5. Hilangnya kekuatan dan jihad yang disebabkan kelemahan dan kekalahan.</p>
<p>6. Hilangnya kekayaan yang disebabkan kemiskinan.</p>
<p>7. Hilangnya pencerahan dan pedoman yang benar yang disebabkan kegelapan dan pedoman yang salah.</p>
<p>8. Hilangnya kehormatan dan martabat yang disebabkan penghinaan.</p>
<p>9. Hilangnya kedaulatan dan ketergantungan dalam membuat keputusan umat akibat ketundukan kepada negara-negara penjajah kafir barat dan timur.</p>
<p>10. Hilangnya keadilan yang disebabkan penindasan dan ketidakadilan.</p>
<p>11. Hilangnya keimanan dan keikhlasan yang disebabkan pengkhianatan penempatan orang yang salah pada tempat yang salah.</p>
<p>12. Hilangnya sikap motal yang terpuji yang menyebabkan kejahatan dan sikap yang tercela.</p>
<p>13. Hilangnya negeri-negeri Islam dan tempat tinggal, tidak hanya Palestina tetapi juga Andalusia (sekarang yang disebut Portugal dan Spanyol), wilayah yang luas di Asia Tengah dan Timur Jauh, Kosovo, Bosnia, Kashmir dan yang lainnya, yang menyebabkan jutaan imigran, gelombang pengungsi dan pendeportasian.</p>
<p>14. Hilangnya tempat suci dan akibatnya adalah kaum Muslim dilarang shalat di Masjid Al-Aqsha selama 50 tahun sampai saat ini. Sebenarnya juga disesalkan bahwa dua Masjid lainnya pun yaitu Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Nabawi tidak didalam kondisi yang diinginkan.</p>
<p>15. Hilangnya kesatuan dan integritas yang diakibatkan terpecahnya negeri kaum Muslim menjadi 56 bagian yang tidak sah, dan AS tengah bekerja keras menciptakan bagian ke-57 di Palestina, dan ke-58 di gurun Afrika Barat dan ke-59 di Timor Timur.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=106&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/10/02/urgensi-khilafah-bagi-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Untukmu Bunda&#8221;</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/09/08/untukmu-bunda/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/09/08/untukmu-bunda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 09:16:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=101</guid>
		<description><![CDATA[Awal kali kubuka mata dan telinga/ Sejak saat pertama kumasuki dunia fana/ Kulihat dan kudengar sosok seorang wanita/ Dengan kasih suci menyelimuti aura/ Bunda, 9 bulan mengandung penuh derita/ Membawa berjuta harapan dan cita-cita/ Dapatkan anak yang bisa membawa rasa bangga/ Harapan kau iringi dengan penuh doa-doa/ Bunda maaf, ku belum bisa berikan itu semua/ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=101&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Awal kali kubuka mata dan telinga/ Sejak saat pertama kumasuki dunia fana/ Kulihat dan kudengar sosok seorang wanita/ Dengan kasih suci menyelimuti aura/ Bunda, 9 bulan mengandung penuh derita/ Membawa berjuta harapan dan cita-cita/ Dapatkan anak yang bisa membawa rasa bangga/ Harapan kau iringi dengan penuh doa-doa/ Bunda maaf, ku belum bisa berikan itu semua/ Maafkan juga kusering buat bunda kecewa, menangis, sedih ataupun marah-marah/ Tapi kutau semua atas dasar cinta/ Disaat ku sedih bunda selalu ada/ Disaat masalah menimpaku bunda selalu ada/ Kan selalu tertanam di dalam dada/ Kasih dan cinta tulus yang kau beri untukku bunda!!!</p>
<p><span id="more-101"></span></p>
<p>Kasih suci putihmu beriku kedamaian/ CInta tulus darimu berikanku ketentraman/ Tiap tutur katamu beriku kenyamanan/ Kau beri konstruksi jiwa dengan nasehat dan senyuman/ Tak terhitung jumlah harga dan waktu/ Kasih dan cinta darimu saat membesarkanku/ Letih kau hiraukan, untukku anakmu/ Kau tuntun dan bimbing jiwaku agar tak jatuh/ Takkan pernah tergantikan oleh uang/ Setiap detik dalam hidupmu yang telah terbuang/ Tuk membesarkanku dengan  penuh kasih sayang/ Kan selalu kuingat,takkan pernah menghilang/ Bunda, salahku dapatkan maaf darimu/ Doa darimu adalah perisai untukku/ Tuk lalui hidup yang penuh dengan lika-liku/ Tapi atas doamu&#8230;kusiap untuk maju!!!</p>
<p>Tuhan, untuk-Mu syukur kan selalu kupanjatkan/ Atas bunda terbaik, yang telah Kau berikan/ Tuk iringi langkahku menuju kebaikan/ Terima kasih terbesar untuk-Mu dalam kehidupan/ Bunda, ku tau kau merasa kehilangan/ Kepergian Mas Bayu memang sangat menyedihkan/ Tapi kau tetap tegar berdiri jalani hari/ Meskipun goreskan luka mendalam di dasar hati/ Aku dan Mas Soni pun rasakan hal yang sama/ Kehilangan Mas Bayu, kakak kami tercinta/ Tapi percayalah, kami kan terus mencoba/ Tuk ciptakan rasa bangga, hanya untukmu bunda/ Syair ini terukir sebagai rasa terima kasih/ Karena membesarkan kami dengan tulus penuh kasih/ Semua yang telah kau berikan selama ini/ Kan selalu tertanam putih suci dalam hati!!!</p>
<p>&#8220;Hanturan terima kasih terlantun suci setulus hati, atas semua cinta, senyuman, kasih sayang, dan kehangatan yang telah kau beri&#8230;beribu doa dan cinta takkan pernah henti teruntai&#8230;&#8221;Untukmu Bunda&#8221;.</p>
<p style="text-align:right;">By : <em>&#8220;Anak dari seorang bidadari Syurga&#8221;.</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/101/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/101/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/101/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/101/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/101/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=101&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/09/08/untukmu-bunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku Tak Peduli</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/09/08/aku-tak-peduli/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/09/08/aku-tak-peduli/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 08:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Aku tak peduli&#8230;
Dengan apa kata mereka
Aku tak peduli&#8230;
Dengan semua bincang menyindir
Tentang sebuah asa
Tentang sebuah cita yang ku pandang begitu mulia
Disaat banyak orang menghindarinya
Aku justru menginginkannya
Disaat banyak orang meremehkannya
Aku justru memuliakannya
Hanyalah tekad dan cinta bekal ku
Tapi teramat indah tujuanku

Aku tak mau mengakhiri sama ketika aku mengawali
Dalam keadaan menangis&#8230;
Aku ingin mengakhiri waktu yang singkat ini dengan tersenyum
Tersenyum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=99&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku tak peduli&#8230;</p>
<p>Dengan apa kata mereka</p>
<p>Aku tak peduli&#8230;</p>
<p>Dengan semua bincang menyindir</p>
<p>Tentang sebuah asa</p>
<p>Tentang sebuah cita yang ku pandang begitu mulia</p>
<p>Disaat banyak orang menghindarinya</p>
<p>Aku justru menginginkannya</p>
<p>Disaat banyak orang meremehkannya</p>
<p>Aku justru memuliakannya</p>
<p>Hanyalah tekad dan cinta bekal ku</p>
<p>Tapi teramat indah tujuanku</p>
<p><span id="more-99"></span></p>
<p>Aku tak mau mengakhiri sama ketika aku mengawali</p>
<p>Dalam keadaan menangis&#8230;</p>
<p>Aku ingin mengakhiri waktu yang singkat ini dengan tersenyum</p>
<p>Tersenyum karena indah penjemputku</p>
<p>Aku tak peduli&#8230;</p>
<p>Dimana aku akan mendapatkannya</p>
<p>Di gunung tinggi nan menjulangkah</p>
<p>Atau di lembah terjal nan curam</p>
<p>Dalam keadaan utuh kah</p>
<p>Atau terpotong memisah</p>
<p>Cita ini telah merasuk mengalir dalam darahku</p>
<p>Melahirkan bara rindu nan menggebu</p>
<p>Aku tak peduli&#8230;</p>
<p>Dan sungguh tak peduli&#8230;</p>
<p>Asalkan akhirku,,,dijamin oleh-Nya</p>
<p style="text-align:right;">By : &#8220;Hamba Allah yang selalu mengharap Syahid&#8221;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=99&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/09/08/aku-tak-peduli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Syahid yang keluarganya memaafkan pembunuhnya&#8230;</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/23/syahid-yang-keluarganya-memaafkan-pembunuhnya/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/23/syahid-yang-keluarganya-memaafkan-pembunuhnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 01:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Ibrahim Ahmad Ibrahim Abu Nar, Abu Husen dilahirkan tanggal 12/04/1977 di kamp militer Nazaret, ia baru berumur 30 tahun. Didik dalam keluarga yang taat beragama. Nenek moyangnya berasal dari distrik Aqir. Ia tak pernah ketinggalan shalatya di masjid. Sejak kecil memang ia sudah dibiasakan oleh ayahnya untuk selalu ke masjid, hingga shalat shubuh pun selalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=90&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ibrahim Ahmad Ibrahim Abu Nar, Abu Husen dilahirkan tanggal 12/04/1977 di kamp militer Nazaret, ia baru berumur 30 tahun. Didik dalam keluarga yang taat beragama. Nenek moyangnya berasal dari distrik Aqir. Ia tak pernah ketinggalan shalatya di masjid. Sejak kecil memang ia sudah dibiasakan oleh ayahnya untuk selalu ke masjid, hingga shalat shubuh pun selalu dibawanya. Oleh karena itu ia hidup dalam keluarga kecil namun penuh dengan ketawadhuan.</p>
<p>Pengalaman Organisasi</p>
<p>Ibrahim ikut bergabung bersama gerakan Islam dalam berbagai kegiatan social. Ia juga pernah jadi pengurus kantor Hamas pada pemilu parlemen tahun kemarin. Perlu disebutkan di sini, walaupun ia aktif di Brogade Al-qossam sebagai komandan lapangan, namun ia masih sempat bekerja sebagai tim pengawas pemilu parlemen kemarin.</p>
<p>Aktivitas Jihad</p>
<p>Disebabkan kerinduanya pada Negara dan kecintaanya terhadap syahid, ia bergabung bersama barisan al-Qossam di penghujung intifadhah al-Aqsha, dalam rangka membela dan mempertahankan negaranya. Ia bergabung dengan Al-Qossam pada tahun 2002 an. Ia ditempatkan di bagian teknik pembuatan bom tangan. Kemudian dipindahkan menjadi teknisi pembuat roket jenis ringan serta ranjau darat. Lalu ia dipindahkan lagi menjadi komandan lapangan Al-Qossam.</p>
<p><span id="more-90"></span></p>
<p>Selintas tentang amal jihadnya.</p>
<p>Ibrahim terlibat sejumlah pertempuran dengan Israel. Ia bergabung dengan pasukan roket Al-Qossam yang menembakan soket-roketnya kea rah permukiman Israel di Natsarem. Tugasnya waktu itu ialah menggempur menara pengintaian Israel. Ia juga terlibat dalam penempatan ranjau-ranjau darat di jalan Al-Behr, wilayah Al-Faruq dan Shalahuddin. Ia juga tergabung dalam operasi pengintaian serdadu Israel di wilayah perbatasan.</p>
<p>Aksi pengintaian</p>
<p><span>-<span> </span></span><span dir="ltr">Aksi pengintaian terhadap seorang serdadu di permukiman Netsharem</span></p>
<p><span>-<span> </span></span><span dir="ltr">Operasi pengintaian Buldoser Israel di Der Balah selama 10 jam yang berakhir dengan kemuliaanya mencapai syahadah</span></p>
<p><span>-<span> </span></span><span dir="ltr">Menintai tank </span>Israel di dekat permukiman Kesuvem sepanjang 8 jam bersama komandan Abdul Nasher Abu Syauqah yang diabadikan melelui cameranya.</p>
<p>Perjanjian bersama para Syuhada</p>
<p>Di harian Palestina yang terbit hari Selasa tanggal 12/2007, setelah terjadinya pertempuran sengait antara Al-Qossam dengann pasukan keamanan bentukan Abbas yang berakhir dengan dikuasainya Jalur Gaza serta menyerahnya kelompok kudeta tanpa ada yang terluka sedikitpun. Ibrahim kemudian menuju ke wilayah Kamp pengungsian, menyusul kabar bahwa rumah salah seorang komandan Al-Qossam dikepung kelomok kudeta. Lalu ia bergegas menuju ke sana dan membagi-bagi pasukan untuk menghadapinya. Namun tak terlihat salah seorang pasukan kudeta menembakan tiga pelurunya ke arah Ibrahim. Dua meleset yang satu mengenai bom yang menggantung di badanya. Mengakibatkan bom itu meledak dan menghancurkan tubuh as-Syahid Ibrahim. Ia sempat di rumah sakit selama tiga hari dan akhirnya meninggal syahid pada hari Jum’at tanggal 15 Juni 2007.</p>
<p>Pengampunan Orang Shaleh.</p>
<p>Setelah pasukan Al-Qossam berhasil menguasai keadaan dan menangkap para perusuh kudeta. Dan setelah diadakan pemeriksaan terhadap seluruh pasukan kudeta serta pengakuanya atas aksi penembakan itu, Brigade Al-Qossam memerintahkan agar pelaku penembakan terhadap Al-Syahid Ibrahim dihukum Qishash.</p>
<p>Ketika orang-orang berkumpul untuk menyaksikan pengadilan Qishash, maka dihadirkanlah sang pembunuh Ibrahim. Ia datang dengan membawa kain kafan, tampak di muka raut ketakutan akan kematianya yang akan segera menjemputnya. Namun tiba-tiba datang salah seorang yang mengatasnamakan keluarga Ibrahim dan memaafkan kesalahan sang pembunuh serta menyerahkanya pada keluarganya. Keluarga As-Syahid Ibrahim tidak minta apapun, sebagai gantinya. Mereka hanya minta gantinya dari Allah subhana wata’ala.</p>
<p>Sikap yang sangat mulia yang ditunjukan oleh keluarga As-Syahid, bahkan mereka berterima kasih kepada Al-Qossam yang telah membersihkan Jalur Gaza dari para perusuh kelompok kudeta. <em>(asy)</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/90/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/90/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=90&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/23/syahid-yang-keluarganya-memaafkan-pembunuhnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teruntukmu&#8230;</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/22/teruntukmu/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/22/teruntukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 02:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Ungkapan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam
Beribu maaf terhantur suci sedalam kalbu
Beriring syahdu irama cinta mengharu biru
Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam
Tiada tawa melepas rasa rindu
Melainkan saat ku terhanyut dalam manis senyum mu
Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam
Senyum dan tangiskupun semerbak menyatu
Bersama kata berangkai jawab yang kau sapu

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam
Demi yang jiwaku berada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=82&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div id="attachment_83" class="wp-caption alignnone" style="width: 90px"><img class="size-full wp-image-83" src="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2008/08/akhwat6.jpg?w=80&#038;h=120" alt="Engkau" width="80" height="120" /><p class="wp-caption-text">Engkau</p></div>
<p>Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam</p>
<p>Beribu maaf terhantur suci sedalam kalbu</p>
<p>Beriring syahdu irama cinta mengharu biru</p>
<p>Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam</p>
<p>Tiada tawa melepas rasa rindu</p>
<p>Melainkan saat ku terhanyut dalam manis senyum mu</p>
<p>Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam</p>
<p>Senyum dan tangiskupun semerbak menyatu</p>
<p>Bersama kata berangkai jawab yang kau sapu</p>
<p><span id="more-82"></span></p>
<p>Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam</p>
<p>Demi yang jiwaku berada dalam naungan-Nya</p>
<p>Bukan hawa nafsu diatas hasrat ingin memiliki yang ku harap</p>
<p>Sungguh terlalu hina bagiku&#8230;</p>
<p>Menukar keindahan abadi yang telah dijanjikan-Nya</p>
<p>Dengan keindahan hubungan yang justru dilaknat-Nya</p>
<p>Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam</p>
<p>Kini kusadari&#8230;</p>
<p>Tiada lagi ruang hati dalam senyum kasih sayang mu</p>
<p>Melainkan untuk dia&#8230;,&#8221;Sang Pengantin yang menyinari Zaman&#8221;</p>
<p>Diri ini ikhlas melepas rasa yang tengah mekar mewangi</p>
<p>Karena apalah daya jika Sang Pemilik CInta telah menetapkan</p>
<p>Kan kupadamkan kobaran api sebuah fitrah yang telah kurasa</p>
<p>Bersama indah senyum ikhlas dan berserah</p>
<p>Yaa Rabb&#8230;</p>
<p>Sesungguhnya hati ini lemah atas makhluk ciptaan-Mu</p>
<p>Maka kuatkanlah&#8230;</p>
<p>Yaa Rabb&#8230;</p>
<p>Sesungguhnya jiwa ini mengeluh atas ujian-Mu</p>
<p>Maka sabarkanlah&#8230;</p>
<p>Yaa Rabb&#8230;</p>
<p>Sesungguhnya hanya Engkaulah yang mengatur segala isi hati dari setiap hamba-Mu</p>
<p>Maka tetapkanlah cinta suci ini hanyalah untuk-Mu</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/82/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/82/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=82&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/22/teruntukmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dimazatuh.files.wordpress.com/2008/08/akhwat6.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Engkau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wahai Dunia dengarlah seruan ini&#8230;</title>
		<link>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/22/wahai-dunia-dengarlah-seruan-ini/</link>
		<comments>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/22/wahai-dunia-dengarlah-seruan-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Aug 2008 01:57:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dimaz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dimazatuh.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Wahai dunia&#8230;dengarkanlah?!!! Lalu renungkanlah apa yang kami katakan, agar kalian mengerti dan memahami tentang siapa kami sesungguhnya&#8230;!!!!
Kami Umat Islam&#8230;adalah satu. Bersatu dalam keimanan, menyatu karena ketakwaan, dan kami adalah satu dalam perjuangan. Darah saudara kami adalah darah kami juga, luka saudara kami adalah luka kami juga. Kami telah dipersatukan dalam satu ikatan tali persaudaraan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=80&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wahai dunia&#8230;dengarkanlah?!!! Lalu renungkanlah apa yang kami katakan, agar kalian mengerti dan memahami tentang siapa kami sesungguhnya&#8230;!!!!</p>
<p>Kami Umat Islam&#8230;adalah satu. Bersatu dalam keimanan, menyatu karena ketakwaan, dan kami adalah satu dalam perjuangan. Darah saudara kami adalah darah kami juga, luka saudara kami adalah luka kami juga. Kami telah dipersatukan dalam satu ikatan tali persaudaraan yang kekal nan abadi. Kami Umat Islam&#8230;Kami adalah manusia-manusia pilihan yang mengemban tugas yang teramat mulia, yang gunung-gunung bahkan langit dan bumi pun tak sanggup untuk memikulnya&#8230;?!!! Tiada lain setiap hela nafas kami melainkan hanyalah untuk menggapai ridho dan cinta dari Sang Penguasa Langit dan Bumi.</p>
<p><span id="more-80"></span></p>
<p>Kami Umat Islam&#8230;,adakah tujuan yang lebih mulia daripada tujuan kami, tujuan suci nan abadi, yaitu Tuhan kami. Adakah manusia yan lebih suci dan sempurna dari imam kami, yang merupakan contoh kehidupan kami, yaitu Nabi kami. Adakah petunjuk hidup yang lebih mulia, suci nan terpelihara daripada pedoman hidup kami, yaitu Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadits. Adakah perjuangan yang lebih suci dari perjuangan kami, yang setiap langkahnya terdengar indah menggema di Surga. Atau adakah cita-cita yang lebih mulia dari cita-cita kami, yaitu Hidup Mulia Atau Syahid Kematian.</p>
<p>Kami Umat Islam&#8230;Kami adalah pasukan penuh pengorbanan dari apa yang kami bela. Perjuangan kami berbalut pakaian yang lebih bercahaya dari kilau matahari, lebih indah dari intan permata, lebih mahal dari emas berkilau, dan lebih mulia dari dunia dan seisinya. Kami relakan seluruh ruh, harta, jiwa dan raga untuk menukarnya dengan sebuah kata Syahid. Yah,,,sebuah seni kematian yang indah, yang kelak kalianpun akan iri dan mendambakannya&#8230;</p>
<p>Kami Umat Islam&#8230;Perjuangan kami adalah karena cinta dan keimanan kami. Perang yang kami kobarkan adalah perang suci. Pasukan kami tidaklah hanya sebatas manusia lemah nan tak berdaya, melainkan juga para malaikat penuh ketakwaan. Kami zuhudkan dunia dan kami cintakan akhirat. Maka pantang bagi kami mundur hanya karena takut akan serangan para musuh Tuhan kami.</p>
<p>Maka mulai detik ini, Kami Umat Islam&#8230;menyerukan kepada semua musuh kami, Sesungguhnya kami kan selalu bersama Tuhan kami. Maka luluh-lantaklah kalian semua, karena telah sombong melawan-Nya. Sedangkan kalian tak mempunyai kekuatan pasti, dan sesungguhnya kalian adalah termasuk orang-orang yang merugi&#8230;!!!!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dimazatuh.wordpress.com/80/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dimazatuh.wordpress.com/80/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dimazatuh.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dimazatuh.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dimazatuh.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dimazatuh.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dimazatuh.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dimazatuh.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dimazatuh.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dimazatuh.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dimazatuh.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dimazatuh.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dimazatuh.wordpress.com&blog=4111703&post=80&subd=dimazatuh&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dimazatuh.wordpress.com/2008/08/22/wahai-dunia-dengarlah-seruan-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3528a8c8508fd70fb2f5070fab92c8b6?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">Dimaz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>