“Untukmu Bunda”

2008 September 8
by Dimaz

Awal kali kubuka mata dan telinga/ Sejak saat pertama kumasuki dunia fana/ Kulihat dan kudengar sosok seorang wanita/ Dengan kasih suci menyelimuti aura/ Bunda, 9 bulan mengandung penuh derita/ Membawa berjuta harapan dan cita-cita/ Dapatkan anak yang bisa membawa rasa bangga/ Harapan kau iringi dengan penuh doa-doa/ Bunda maaf, ku belum bisa berikan itu semua/ Maafkan juga kusering buat bunda kecewa, menangis, sedih ataupun marah-marah/ Tapi kutau semua atas dasar cinta/ Disaat ku sedih bunda selalu ada/ Disaat masalah menimpaku bunda selalu ada/ Kan selalu tertanam di dalam dada/ Kasih dan cinta tulus yang kau beri untukku bunda!!!

Kasih suci putihmu beriku kedamaian/ CInta tulus darimu berikanku ketentraman/ Tiap tutur katamu beriku kenyamanan/ Kau beri konstruksi jiwa dengan nasehat dan senyuman/ Tak terhitung jumlah harga dan waktu/ Kasih dan cinta darimu saat membesarkanku/ Letih kau hiraukan, untukku anakmu/ Kau tuntun dan bimbing jiwaku agar tak jatuh/ Takkan pernah tergantikan oleh uang/ Setiap detik dalam hidupmu yang telah terbuang/ Tuk membesarkanku dengan penuh kasih sayang/ Kan selalu kuingat,takkan pernah menghilang/ Bunda, salahku dapatkan maaf darimu/ Doa darimu adalah perisai untukku/ Tuk lalui hidup yang penuh dengan lika-liku/ Tapi atas doamu…kusiap untuk maju!!!

Tuhan, untuk-Mu syukur kan selalu kupanjatkan/ Atas bunda terbaik, yang telah Kau berikan/ Tuk iringi langkahku menuju kebaikan/ Terima kasih terbesar untuk-Mu dalam kehidupan/ Bunda, ku tau kau merasa kehilangan/ Kepergian Mas Bayu memang sangat menyedihkan/ Tapi kau tetap tegar berdiri jalani hari/ Meskipun goreskan luka mendalam di dasar hati/ Aku dan Mas Soni pun rasakan hal yang sama/ Kehilangan Mas Bayu, kakak kami tercinta/ Tapi percayalah, kami kan terus mencoba/ Tuk ciptakan rasa bangga, hanya untukmu bunda/ Syair ini terukir sebagai rasa terima kasih/ Karena membesarkan kami dengan tulus penuh kasih/ Semua yang telah kau berikan selama ini/ Kan selalu tertanam putih suci dalam hati!!!

“Hanturan terima kasih terlantun suci setulus hati, atas semua cinta, senyuman, kasih sayang, dan kehangatan yang telah kau beri…beribu doa dan cinta takkan pernah henti teruntai…”Untukmu Bunda”.

By : “Anak dari seorang bidadari Syurga”.

6 Tanggapan leave one →
  1. 2008 September 8

    Subhanallah…Bunda mana yang takkan bangga mempunyai seorang anak seperti kalian..Chayo!! Aljannatu tahta aqdamil ummahat..Syurga itu terdapat dibawah telapak kaki ibu..

  2. 2008 September 12

    comment dunk ke blog cha….

  3. 2008 September 12

    comment dunk maz…!!

  4. 2008 September 12

    afwan ko jadi 2 kali ya….

    Tapi nanti janji ya….mau NgerEp syair diatas…oceh…!!!

  5. 2008 September 14
    ukhtisyarifah permalink

    maz, btw kangen ga nih sama bunda ?
    secara, sekarang kan dah jadi orang Jakarta…

  6. 2008 September 14
    ukhtisyarifah permalink

    oia, gmana nih kabarnya? sehat wal afiat kan?
    nanti kalo pulang ke Bogor, jangan lupa oleh2 nya ya…
    ditunggu juga traktirannya. ok! hehe….

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS