Teruntukmu…

2008 Agustus 22
by Dimaz
Engkau

Engkau

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam

Beribu maaf terhantur suci sedalam kalbu

Beriring syahdu irama cinta mengharu biru

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam

Tiada tawa melepas rasa rindu

Melainkan saat ku terhanyut dalam manis senyum mu

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam

Senyum dan tangiskupun semerbak menyatu

Bersama kata berangkai jawab yang kau sapu

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam

Demi yang jiwaku berada dalam naungan-Nya

Bukan hawa nafsu diatas hasrat ingin memiliki yang ku harap

Sungguh terlalu hina bagiku…

Menukar keindahan abadi yang telah dijanjikan-Nya

Dengan keindahan hubungan yang justru dilaknat-Nya

Untukmu wahai wanita yang dimuliakan Islam

Kini kusadari…

Tiada lagi ruang hati dalam senyum kasih sayang mu

Melainkan untuk dia…,”Sang Pengantin yang menyinari Zaman”

Diri ini ikhlas melepas rasa yang tengah mekar mewangi

Karena apalah daya jika Sang Pemilik CInta telah menetapkan

Kan kupadamkan kobaran api sebuah fitrah yang telah kurasa

Bersama indah senyum ikhlas dan berserah

Yaa Rabb…

Sesungguhnya hati ini lemah atas makhluk ciptaan-Mu

Maka kuatkanlah…

Yaa Rabb…

Sesungguhnya jiwa ini mengeluh atas ujian-Mu

Maka sabarkanlah…

Yaa Rabb…

Sesungguhnya hanya Engkaulah yang mengatur segala isi hati dari setiap hamba-Mu

Maka tetapkanlah cinta suci ini hanyalah untuk-Mu

36 Tanggapan leave one →
  1. 2008 Agustus 22
    isfiya permalink

    Syairnya Ok banget….
    Top deh….
    Very touching…
    Me at http://www.isfiya.wordpress.ocm

  2. 2008 Agustus 23

    Ehm,,maz puisinya kerenz bgt…’Ikhlas’ mungkin itu sebuah obat yang bisa menyembuhkan luka dan sedih maz saat ini…Keep istiqomah!!

  3. 2008 Agustus 25
    Anonim permalink

    afwan jidan ya akhi……..

  4. 2008 Agustus 30
    spy permalink

    maz, gw kecewa bgt sama loe.
    (dah, g usah tanya knapa !!!! ). gw cuma mo bilang, t’nyata loe ga sebaik yg gw kira.
    dsini gw jg mo bilang klo wanita br akan lu2h hatinya kalo dia dah ngerasa diperjuangkan …
    t’nyata rasa yg loe punya buat dia ga sebesar rasa yg gw punya!

  5. 2008 September 2

    Aslm…Maz,klo menurut cha langkah yang maz ambil itu tepat,kayak yang maz bilang klo cinta kpd ALLAH haruz lebih di utamakan daripada cinta di dunia yang fana alias singkat..Jadi,klo cinta di dunia udah bwt maz sakit..Mending qt nyari cinta ALLAHdan rasulnya..Yang dah pzti..Tul ga,

  6. 2008 September 3
    Dimaz permalink

    Jazakallah Khairan Katsiran untuk kritikan yang udah dikasih sama “SPY” diatas.
    Tapi yang patut kita perjuangkan adalah menggapai cinta Allah swt, bukan cinta kepada lawan jenis. Seharusnya anda merasa malu, karena telah mencintai manusia melebihi cinta kepada Allah swt…?!!!O’a saya percaya, Allah telah menetapkan isi hati dan jodoh pada setiap manusia,,dan InsyaAllah saya bukan termasuk orang yang ragu akan kuasa dan kebesaran Allah swt….!!!!
    O’a satu lagi,,,ana pribadi minta maaf yang teramat sangat kalo ana pernah punya salah ma ente…Afwan Jiddan!!!!

  7. 2008 September 15

    Spy…….ana kaget waktu tau itu anti…..impossible….

    but….nothing is impossible yaw….???!!!!!

    l hope….,,,you can honest for everyone…oceh^_^

  8. 2008 September 16
    syarifah permalink

    afwan jiddan ya akhi…….
    ente ga pernah nyangka kalo itu adalah ane, ya kan?
    af1 jiddan ya akhi……….
    aku mohon dengan sangat
    mohon dengan sangat……

  9. 2008 September 17

    ich…indah bgt c kata”y…
    SEMANGAT YA K’Dimas…!
    suatu saat nti insyaallah kamu bakal dapat sang pengantin yang menyinari zaman…hehe
    o’y mending kita jalin persahabatan aj,cos sahabat adalah segalanya didunia ini!
    setuju ga????he
    Met Tugas yawh…

  10. 2008 September 18

    Toeng2…Tut…tut..Gujes..Gujes..He he he

  11. 2008 September 26

    Afwan y..

  12. 2008 Oktober 13

    Tapi yang patut kita perjuangkan adalah menggapai cinta Allah swt, bukan cinta kepada lawan jenis

    daripada sesama jenis mas udah biarin aja wajar kok.

    kalau sebuah makna cinta itu biar saja yang mencintai dan dicintai saja yang tahu dan merasakan karena apabila diumbar maka akan menyebabkan kemunafikan dan pengalihan dari arti cinta tersebut serta hilangnya keikhlasan untuk mencintai.

    begitu juga cinta manusia pada rabbnya. daripada be the hypocryte.

    btw siapa tuh spy cewek apa cowok jangan-jangan teman hom*** lo lagi he2 bercanda kok…

  13. 2008 Oktober 14

    oh dimas sudah besar dan mencari arti cinta nih

  14. 2008 Oktober 14
    u_lee permalink

    Akhi… Subhanallah, makin dewasa ya sekarang..

    Ou iya, Mz masih pegang semua omongan, ambisi dan cita-cita dmz. Keep on Istiqomah ya bro’..

    I’m very proud of you..

  15. 2008 Oktober 14
    u_lee permalink

    puisinya bagus.. menyentuh.. sampe ada yang merasa tak dianggap.. hehe..

    Yupz! yang patut diperjuangkan adalah Sang Pemilik Cinta, Allah yang berhak atas hati setiap hamba-NYA..

    Akan lebih menyakitkan saat cinta kita diabaikan oleh Sang Maha Daya Cinta..

    Puisinya punya unsur pencerahan buat yang baca.. Harusnya emang kita ga usah ngerasa dunia ini runtuh saat diabaikan oleh seseorang. Langit masih biru tuh walaupun ga ada dia!!.. (curhat nich..)

    Kalo kata Gita Gutawa.. Tanpa kamu ku akan baik saja…

    Ya Robb..
    Aku mintakan pada_Mu… Jika suatu saat aku jatuh hati, pertemukan aku dengan seseorang yang hatinya penuh dengan cinta_Mu..

    Agar dia mencitaiku karena-MU…

    Puisinya KeRenz De’….. Besok-besok lagi ya?…. hehe

  16. 2008 November 9

    akhi betapa indahnya ketika kita menemukan jodohnya masing-masing

  17. 2008 November 11
    ayu permalink

    SubHanLLah…Puisinya bagus bgt…

  18. 2008 November 12

    WADUH AYU sama santo kompakan nih kalo masalah gini aja langsung ada sinyal

  19. 2008 November 22

    He he..Ikrar..

  20. 2008 November 28

    assalamu’alaikum…….

  21. 2008 November 30

    Cie..Ukhtisyarifah kangen ya..Udah lama ga eksis di blog ni..He he kidding yua!

  22. 2008 Desember 16

    Assalamuallaikum…Nti tgl 25 des mo kut ga k cifor?

  23. 2008 Desember 22

    nothing imposible in the word, bila Allah udah kun fa ya kun ga da yang bisa menahannya,so sabar n kesempatan slalu ada

  24. 2009 Februari 7
    cabe rawit permalink

    cie…yang agy kepentok cinta…!!

  25. 2009 April 20
    Dimaz permalink

    Dalam keyakinan umat Islam, ucapan adalah doa…
    omong kosong adalah penilaian individu tanpa dapat mengetahui keaslian ucapan dan niat dari yang mengucapkan…dan sebuah penilaian tanpa bukti atau hanya sebuah terkaan, adalah sebuah rasa kesuudzonan.

  26. 2009 April 21
    didi dahln a permalink

    mantab………

  27. 2009 April 22
    ukhteesweety permalink

    for no name..

    Everyone may have a hope, a dream.. a wish..

    Coz life without a hope or dream means…. dead…

    Nothing impossible if Allah wants it…

    As a human we may ask and hope everything…

    Be sure Allah will give it..

    “Ud’uunii… Astajiblakum……”…..

    Being husnuzhan is the best way…

  28. 2009 Juni 3
    MAD_BLACK DeViL permalink

    Subhanallah……….
    Rock n’ Roll tha’……..

    =MΔD_BLΔCK=

  29. 2009 Juni 8
    ussie permalink

    ehm…ehm…
    cuma mw numpang lewat aj…
    eh…ternyata ga da tulisan yang baru ney…!sama aj kaya blog ana…
    cuape dech….hehe

  30. 2009 Juni 22

    ihhhh puisi nya Bagus

    puisi nya ngingetin nieh
    thankz y
    heheeeee…………

  31. 2009 Juli 15
    qnouyou permalink

    Antum Orang nya..!!??

    Antum lah Orang nya..!!??

  32. 2009 Juli 17
    Dimaz permalink

    Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatu…
    Untuk qnouyou…afwan,maksudnya ana orangnya apa…???!!

  33. 2009 Juli 22
    qnouyou permalink

    He….
    you know what I mean..

  34. 2009 Agustus 9

    syukron ya ka….?hehe

  35. 2009 Agustus 18

    ada apa neh..???
    makacie buat ap??
    ikutan dunk..
    he he

  36. 2009 Agustus 22

    tentangmu kutulis sebuah puisi….

    “satu mata yang kuamati telah terhenti

    tujuh esok hari tanpa perjumpaan

    dunia yang berbeda telah kita arungi

    hingga tercapainya hari ini

    tak terasa semuanya tinggal kenangan

    selaksa mataku hanya berkedip

    warna kelammu kini tertepis sudah berganti warna indah Pelangi…..”

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS